Peran Orang Tua Dalam Proses Pendidikan Terhadap Anak



Sebagai orang tua yang bijaksana, hendaknya telah mengetahui arti dan fungsi pendidikan bagi anak, sehingga tidak terjadi kesalah pahaman antara anak dan orang tua. 

Karena banyak dari orang tua yang selalu memaksakan agar anak-anaknya dapat menjadi seperti yang dia inginkan 

sementara si orang tua ini tidak mengerti bahwa anak yang baru lahir tidak akan pernah tau tentang segala sesuatu tanpa ada pendidikan dari orang tua selaku pribadi yang paling dekat dengan anak.

Pendidikan orang tua terhadap anak membawa pengaruh yang sangat besar bagi kesuksesan anak dimasa yang akan datang, karena orang tua mempunyai peran terpenting di dalam kelanjutan hidup sang anak. 

Peran orang tua dalam pendidikan adalah kunci utama anak untuk mencapai kesuksesan, baik dalam pendidikan sekuler dan spiritual anak. 

Namun perlu di perhatikan dengan jelas, bahwa dalam mendidik anak, orang tua harus dapat mengetahui cara berpikir anak dan tidak menyamakan cara berpikir anak dengan orang dewasa.

Di dalam pendidikan tidak ada nuansa atau unsur paksaan, karena pendidikan dilakukan dengan sadar akan betapa pentingnya ilmu pengetahuan dan karakter yang benar.

Sebagai orang tua yang benar-benar mencintai dan menyayangi anak-anak anda, banyak hal yang dapat anda lakukan untuk buah hati anda sebagai bentuk aplikasi dari kasih sayang anda terhadap masa depan anak anda: 

Jadi guru yang Membimbing

Dan memberikan dorongan semangat yang positif untukperkembangan anak, baik spiritualnya, baik dalam berkarya, dalam pendidikan sekolah, 

dalam setiap talenta yang dimiliki anak agar kecerdasan anak semakin optimal. 

Dan yang paling utama adalah membimbing anak dalam pengetahuan akan iman kepercayaan terhadap Tuhan, mengajari dan menanamkan untuk beribadah, 

karena ibadah kepada Tuhan lah yang menentukan bagaimana anak di masa depannya. 

Pembuat, pemandu dan penegak disiplin


Anak dari kecilnya harus di didik dengan disiplin. Tanpa disiplin yang kuat dari orang tua maka anak akan menjadi anak yang liar dan tidak punya tanggung jawab, 

bersikap sesuka hati, tidak memiliki rasa takut serta tidak menghargai orang tua dan orang lain. 

Sebagai motivator


Anak yang mengalami kekecewaan itu adalah hal yang biasa, baik kecewa terhadap orang tua, teman, atau kecewa terhadap guru dan nilai yang tidak memuaskan di sekolah. 

Namun yang perlu orang tua lakukan adalah, cari tau masalah penyebab kekecawaan yang ia alami, berikan  semangat unutk memotivasinya 

dan pengarahan kepada anak tentang kekecewaan yang dialaminya. 

Sebagai panutan (cermin anak)


Orang tua yang berperilaku baik, ramah, lembut, disiplin, dan mendidik akan menciptakan anak-anak yang berkarakter dan bermutu. 

Sebab anak dengan sendirinya akan meniru dan mewarisi sifat-sifat orang tua yang dilihatnya.

Jadi kebiasaan ibu yang selalu membantah kata-kata suami dan yang selalu bertengkar dengan suami di depan anak-anak akan menjadi kebiasaan yang tertanam di hati anak 

sehingga anak juga kelak akan berlaku yang sama seperti orang tua mereka. Jadi jangan bisakan ribut di depan anak-anak, hal itu akan merusak mental anak. 

Sebagai fasilitator


Setiap keperluan dan kebutuhan anak, sepenuhnya adalah tanggung jawab orang tua. Namun perlu anda bedakan kebutuhan anak dengan keinginan anak. 

Kebutuhan yaitu segala sesuatu keperluan inti anak, seperti sandang, pangan,  atau bentuk alat-alat sekolah.
 
Sedangkan keinginan adalah segala bentuk permintaan anak yang bukan merupakan kebutuhan pokok, seperti HP dll.
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda
Judul: Peran Orang Tua Dalam Proses Pendidikan Terhadap Anak
Ditulis Oleh : Chris Medianto Purba
Jika mengutip harap berikan link yang menuju ke artikel Peran Orang Tua Dalam Proses Pendidikan Terhadap Anak ini. Sesama blogger mari saling menghargai. Terima kasih atas perhatiannya

No comments:

Post a Comment